TASIKMALAYA – Wakil Bupati Tasikmalaya menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berakhlak, dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan Temu Kangen Alumni di Pondok Pesantren Al-Mukthar Padakaria, Kecamatan Sariwangi, (10/1/2026).
BACA JUGA : Bupati Tasikmalaya Lantik Pj Sekda, Cecep Nurul Yakin Tekankan Program Harus Dirasakan Masyarakat
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri pimpinan pondok pesantren, alim ulama, tokoh masyarakat, alumni, serta para santri. Momentum Isra Mi’raj dimaknai bukan sekadar peringatan keagamaan, tetapi juga sebagai ajang refleksi spiritual sekaligus penguatan ukhuwah islamiyah lintas generasi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi pesantren yang selama ini konsisten mencetak generasi berkarakter kuat dan memiliki nilai-nilai keislaman yang moderat.
Menurutnya, pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng moral masyarakat di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antara alumni, santri, dan masyarakat sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah.
Jaringan alumni pesantren dinilai memiliki peran besar dalam menjaga harmoni sosial serta mendorong kemajuan di berbagai sektor.
Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan lembaga keagamaan dan pondok pesantren.
Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Peringatan Isra Mi’raj di Pondok Pesantren Al-Mukthar Padakaria ini pun menjadi simbol kuat kolaborasi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam merawat tradisi keagamaan sekaligus menatap masa depan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih religius dan berdaya saing. (LS)












