TASIKMALAYA – Beckham Putra kembali menjadi pusat perhatian dalam duel panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026, Minggu (11/1). Bukan hanya karena gol cepatnya, tetapi juga karena selebrasi ‘ice cold’ yang kembali ia peragakan di hadapan publik Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
BACA JUGA : Persib Bandung Kunci Juara Paruh Musim usai Tundukkan Persija 1-0 di GBLA
Laga sarat gengsi ini langsung berjalan dengan tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim tampil agresif, saling menekan demi mencuri gol cepat. Namun, Persib sukses memanfaatkan momentum lebih dahulu.
Baru memasuki menit ke-4, Persib memecah kebuntuan. Berawal dari umpan silang Berguinho yang gagal diantisipasi Bruno Tubarao, bola liar jatuh ke kaki Beckham Putra. Tanpa ragu, gelandang Timnas Indonesia itu melepaskan penyelesaian tenang yang berujung gol pembuka untuk Maung Bandung.
Beckham merayakan gol tersebut dengan penuh emosi. Ia berlari ke sudut lapangan dan kembali melakukan selebrasi ‘ice cold’, gestur yang identik dengan bintang Chelsea, Cole Palmer. Selebrasi itu sontak menyedot perhatian, sekaligus membangkitkan memori lama bagi bobotoh.
Pasalnya, selebrasi serupa pernah membawa konsekuensi besar bagi Beckham pada musim 2024/2025. Saat Persib menghadapi Persija di pekan ke-23, Beckham melakukan gestur yang sama usai mencetak gol penyama kedudukan. Aksi tersebut kemudian dinilai provokatif dan berujung sanksi dari Komite Disiplin PSSI.
Kala itu, Beckham dijatuhi hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan serta denda sebesar Rp75 juta. Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan, termasuk dari internal Persib.
Kapten Persib, Marc Klok, bahkan menyebut sanksi tersebut berlebihan. Ia membandingkan selebrasi Beckham dengan Cole Palmer yang kerap melakukan gestur serupa di kompetisi Eropa tanpa konsekuensi.
Kini, di laga derby yang kembali mempertemukan Persib dan Persija, Beckham Putra seolah menegaskan karakternya. Gol cepat dan selebrasi ikoniknya menjadi simbol keberanian, sekaligus penanda bahwa tensi klasik El Clasico Indonesia kembali memanas. (LS)












