TASIKMALAYA – Partai Masyumi melontarkan kritik tajam terhadap sistem pemilu nasional yang dinilai semakin liberal dan berbiaya tinggi. Melalui pernyataan sikap resmi, Masyumi mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan reformasi menyeluruh demi menyelamatkan demokrasi Indonesia dari cengkeraman oligarki dan ancaman disintegrasi bangsa.
Tuntutan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Masyumi, Ahmad Yani, dalam pernyataan sikap Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Masyumi bertajuk “Integritas Bangsa: Selamatkan Indonesia dari Disintegrasi dan Cengkeraman Oligarki.”
“Demokrasi liberal yang brutal harus diakhiri. Hidupkan kembali permusyawaratan perwakilan sesuai dengan jiwa Sila Keempat Pancasila,” tegas Ahmad Yani (2/1/2026), dikutip dari rmol.id.
Ia menekankan pentingnya memperkuat peran partai politik, utusan golongan, kalangan akademisi, serta masyarakat adat dalam institusi perwakilan yang benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.
BACA JUGA : Kontroversi Pilkada Lewat DPRD, Tigor Soroti Ketakutan Elite
Menurut Ahmad Yani, Pancasila telah mengamanatkan sistem musyawarah mufakat yang mengedepankan representasi seluruh elemen bangsa, bukan sekadar kompetisi politik berbasis modal besar.
“Ini adalah jalan tengah untuk menekan biaya politik yang mencekik sekaligus memastikan lahirnya representasi rakyat yang lebih berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya. (LS)












