Kota Tasikmalaya

Polisi Bubarkan Kerumunan Remaja Usai Tahun Baru 2026, Tasikmalaya Tetap Kondusif

×

Polisi Bubarkan Kerumunan Remaja Usai Tahun Baru 2026, Tasikmalaya Tetap Kondusif

Sebarkan artikel ini
Aparat kepolisian bersama petugas gabungan melakukan pembubaran terhadap sejumlah remaja yang masih berkerumun di beberapa titik Kota Tasikmalaya. Foto: Rizky Zaenal Mutaqin/tasikmalayaku.id

TASIKMALAYA — Aparat kepolisian bersama petugas gabungan melakukan pembubaran terhadap sejumlah remaja yang masih berkerumun di beberapa titik Kota Tasikmalaya usai perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026.

Patroli gabungan tersebut menyasar lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong anak muda guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Di kawasan Dadaha Tasikmalaya, petugas mendapati sekelompok remaja yang masih asyik berkumpul di pinggir jalan. Saat dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan botol minuman keras. Petugas pun langsung memberikan imbauan dan memerintahkan mereka untuk segera membubarkan diri.

Sementara itu, di sepanjang Jalan HZ Mustofa, polisi menghentikan sekitar enam kendaraan roda empat yang diduga menggunakan knalpot tidak sesuai standar pabrikan. Tindakan tersebut dilakukan karena suara bising yang ditimbulkan dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.

BACA JUGA : Libur Tahun Baru 2026, TeeJay Waterpark Tasikmalaya Diserbu Ribuan Wisatawan

“Kebisingannya luar biasa sehingga kami hentikan. Kami persilakan untuk segera diganti,” ujar Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moh Faruk Rozi, (1/1/2026).

Kapolres menuturkan, perayaan malam Tahun Baru 2026 di Tasikmalaya mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hingga dini hari, situasi di pusat kota terpantau aman dan kondusif.

“Alhamdulillah sampai pukul 01.46 WIB situasi masih kondusif. Sebagian besar masyarakat sudah membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing,” tegas Faruk, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, imbauan yang disampaikan Pemerintah Daerah bersama Forkopimda dengan dukungan Pemerintah Pusat terbukti efektif menjaga kondusivitas perayaan malam tahun baru.

“Hampir tidak ada petasan. Memang sempat terdengar satu-dua petasan kecil, tetapi secara umum jauh berbeda dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.

Faruk juga menyebut penanganan dan pembubaran kerumunan pada malam pergantian tahun kali ini berlangsung lebih cepat dan tertib.

“Biasanya masih ada pawai, konvoi, atau aksi ugal-ugalan. Tahun ini hampir tidak ada. Mudah-mudahan situasi kondusif ini terus bertahan,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *