TASIKMALAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Tasikmalaya menggelar dua kegiatan sosial dan lingkungan menjelang akhir tahun 2025, yakni Gerakan Menanam Seribu Pohon serta doa bersama dan santunan anak yatim.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian Partai Gerindra terhadap kelestarian lingkungan sekaligus respons atas meningkatnya bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Agenda dilaksanakan di kawasan objek wisata Situ Sanghyang, Kabupaten Tasikmalaya, dan diikuti jajaran pengurus DPC, Fraksi Partai Gerindra, serta para kader dari unsur legislatif dan eksekutif.
Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan dan instruksi resmi pimpinan Partai Gerindra di tingkat DPD Jawa Barat.
“Sesuai arahan pimpinan dan surat resmi dari DPD, seluruh kader Partai Gerindra diminta menggelar dua kegiatan di akhir tahun, yakni gerakan menanam pohon dan doa bersama. Di Kabupaten Tasikmalaya, kami mengusung Gerakan Menanam Seribu Pohon,” ujar Usman Kusmana, Rabu (31/12/2025).
Usman menjelaskan, kegiatan tersebut juga dilatarbelakangi oleh kondisi nasional yang tengah menghadapi berbagai bencana alam, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Bali, Jawa Tengah, hingga sejumlah daerah lainnya.
BACA JUGA : Resmi! Polres Tasikmalaya Larang Petasan dan Kembang Api Saat Malam Tahun Baru 2026
“Partai Gerindra harus menjadi bagian dari entitas bangsa yang peduli terhadap lingkungan, menjaga hutan, dan merawat alam. Ini penting agar dampak kebencanaan ke depan dapat diminimalisir,” katanya.
Menurut Usman, penanaman pohon merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“Kita berinvestasi kepada alam agar alam menjaga kita. Kita menjaga anak cucu kita dengan menanam pohon, menyediakan udara yang segar, serta menjaga keseimbangan alam dan curah hujan,” tuturnya.
Selain aksi lingkungan, DPC Partai Gerindra Kabupaten Tasikmalaya juga menggelar doa bersama dan santunan anak yatim sebagai rangkaian penutup tahun 2025.
“Melalui doa bersama, kita berharap Allah SWT memberikan perlindungan dan keselamatan bagi kita semua, termasuk perlindungan dari bencana alam. Kita ingin menutup tahun 2025 dengan kebaikan dan mengawali tahun 2026 dengan harapan yang baik,” jelasnya.
Santunan anak yatim, lanjut Usman, menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk meraih keberkahan atas seluruh niat baik partai.
“Mudah-mudahan ini menjadi jalan keberkahan agar seluruh niat mulia Partai Gerindra dan cita-cita Presiden RI Prabowo Subianto dapat dimudahkan dalam pelaksanaannya,” imbuhnya.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh DPC Partai Gerindra se-Jawa Barat sebagai wujud komitmen kader Gerindra dalam menjaga lingkungan dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Rizky Zaenal Mutaqin)












