TASIKMALAYA – Usia senja tak lagi menjadi penghalang bagi para penarik becak lansia di Kota Magelang untuk tetap bekerja. Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) membuat mereka kini bisa mencari nafkah dengan tenaga yang lebih ringan dan aman.
Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Wali Kota Magelang pada Minggu, 28 Desember 2025, dan disambut penuh rasa syukur. Bagi para penarik becak lansia, becak listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan penopang hidup di tengah keterbatasan fisik.
Jika sebelumnya mereka harus mengandalkan tenaga untuk mengayuh, kini becak dapat dijalankan menggunakan tenaga listrik. Cukup menarik tuas gas dan mengemudi, tanpa harus memeras tenaga seperti becak manual.
Sutejo (60), salah satu penerima bantuan, mengaku becak listrik sangat membantu aktivitasnya sehari-hari. Ia merasa kini bisa bekerja lebih lama tanpa kelelahan berlebih, sehingga peluang memperoleh penghasilan pun semakin terbuka.
BACA JUGA : Islah PBNU Tercapai, Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Gelar Muktamar Ke-35
“Alhamdulillah remen. Bantuan dari Bapak Presiden ini saya pakai untuk bekerja mencukupi kebutuhan keluarga,” ujar Sutejo dengan mata berbinar.
Hal senada disampaikan Muladi, penarik becak lansia asal Menowo, Kota Magelang. Menurutnya, perhatian berupa alat kerja jauh lebih bermakna dibandingkan bantuan sesaat, karena bisa digunakan terus-menerus untuk mencari rezeki.
“Mugi-mugi saget kangge pados rejeki, nyukupi keluargo, lan mboten kekirangan,” ucapnya penuh harap.
Tak hanya membantu secara ekonomi, bantuan becak listrik juga memberi semangat baru bagi para lansia agar tetap mandiri dan produktif. Slamet Mamuk (77) bahkan mendoakan Presiden Prabowo agar selalu diberi kesehatan sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa program becak listrik ini dirancang khusus untuk penarik becak lansia yang secara fisik sudah tidak memungkinkan lagi mengayuh becak manual.
Menurutnya, bantuan berupa alat kerja dinilai lebih tepat sasaran dan berkelanjutan bagi kelompok lanjut usia.
Program becak listrik ini akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah. Pada tahap awal, penyaluran difokuskan di Pulau Jawa yang memiliki jumlah penarik becak mencapai 40.000 hingga 50.000 orang.
Presiden Prabowo sendiri telah memesan sekitar 70.000 unit becak listrik. Dengan jumlah tersebut, bantuan serupa juga direncanakan menjangkau para penarik becak di luar Pulau Jawa. (LS)












