TASIKMALAYA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ark[1]lyz Indonesia memperingati anniversary ke-15 organisasi di Islamic Center Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, (27/12/2025). Peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi sejak berdiri pada 2010 hingga 2025.
Mengusung tema “Berani Bermimpi, Berani Bertindak”, peringatan 15 tahun Ark[1]lyz Indonesia tidak hanya digelar secara seremonial, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi dan penguatan komitmen organisasi dalam melahirkan kader-kader progresif yang berperan aktif di tengah masyarakat.
Selain agenda internal organisasi, anniversary ke-15 DPP Ark[1]lyz Indonesia juga diisi dengan kegiatan bakti sosial, berupa santunan kepada anak yatim dan jompo melalui pembagian paket sembako. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial Ark[1]lyz Indonesia terhadap masyarakat sekitar.
Sekretaris Jenderal DPP Ark[1]lyz Indonesia, Zhehan Thansaharyana, mengatakan bahwa perjalanan 15 tahun merupakan waktu yang tidak singkat bagi sebuah organisasi kemasyarakatan.
BACA JUGA : Intip Pesona Curug Badak Tasikmalaya: Air Terjun Legendaris di Tengah Hutan Pinus yang Lagi Hits!
Menurutnya, Ark[1]lyz Indonesia telah melalui berbagai dinamika, tantangan, dan proses pendewasaan, namun tetap konsisten berdiri sebagai ruang pengkaderan, pengabdian, serta perjuangan nilai-nilai kebangsaan.
“Anniversary ke-15 ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum evaluasi dan refleksi untuk terus berkontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat. Ark[1]lyz Indonesia harus tetap hadir sebagai organisasi yang solutif, kritis, dan berorientasi pada tindakan,” ujar Zhehan.
Ia berharap, seiring bertambahnya usia, Ark[1]lyz Indonesia semakin matang dalam peran dan kontribusinya, serta mampu menjawab tantangan zaman melalui karya nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Lima belas tahun ini menjadi penegasan komitmen Ark[1]lyz Indonesia untuk terus bergerak, menjaga idealisme, serta memperkuat peran organisasi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)












