TASIKMALAYA – Media sosial dihebohkan oleh beredarnya video sejumlah pemuda asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Video tersebut viral dan memantik keprihatinan publik.
Salah satu pemuda dalam video itu teridentifikasi bernama Oki Warisman, warga Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam rekaman berdurasi singkat, Oki tampak bersama beberapa orang lainnya dengan raut wajah cemas dan kelelahan.
Mereka menyampaikan permohonan bantuan secara terbuka kepada pemerintah agar segera dipulangkan ke Tanah Air. Dengan nada memelas, Oki mengaku kondisi mereka semakin sulit karena keterbatasan logistik.
“Tolong saya, Pak. Di sini bersama teman-teman sudah tidak ada bekal lagi dan ingin segera pulang ke Indonesia,” ujar Oki dalam video yang diunggah pada Rabu (24/12/2025).
Tak hanya itu, para pemuda tersebut juga menandai sejumlah pejabat negara dan daerah dalam unggahan media sosial, mulai dari Presiden RI Prabowo Subianto, Kapolri, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga Bupati dan Wali Kota Tasikmalaya, dengan harapan mendapat perhatian dan langkah cepat penyelamatan.
Para korban mengaku saat ini hanya bisa menunggu tindak lanjut dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja. Kondisi mereka disebut semakin memprihatinkan seiring menipisnya bekal kebutuhan hidup sehari-hari.
BACA JUGA : Pemkab Tasikmalaya Ajak Pengusaha Bersinergi Turunkan Angka Kemiskinan
Seruan tersebut menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak pihak mendesak Pemerintah Daerah Tasikmalaya agar segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan pemulangan para korban.
Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi pemerintah terkait maraknya sindikat TPPO yang menyasar warga Indonesia. Lemahnya pengawasan terhadap keberangkatan tenaga kerja ke luar negeri, terutama melalui jalur non-prosedural, dinilai menjadi celah besar bagi para pelaku kejahatan.
Fenomena TPPO disebut sebagai gunung es yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Minimnya informasi terkait prosedur kerja legal serta iming-iming gaji besar di Kamboja kerap menjadi jebakan bagi para pencari kerja.
Kini, masyarakat menanti langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, khususnya Dinas Tenaga Kerja, untuk berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait guna memastikan keselamatan serta kepulangan warga Karangnunggal tersebut. (Rizky Zaenal Mutaqin)












