Kota Tasikmalaya

Tak Ada Pesta Tahun Baru, Gerindra Jabar Pilih Doa dan Tanam Pohon

×

Tak Ada Pesta Tahun Baru, Gerindra Jabar Pilih Doa dan Tanam Pohon

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA – Perayaan malam tahun baru 2026 di lingkungan Partai Gerindra Jawa Barat dipastikan berlangsung berbeda dari biasanya. Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, H. Amir Mahpud, menginstruksikan seluruh jajaran partai di tingkat daerah untuk mengisi pergantian tahun dengan Doa Bersama, dilanjutkan aksi penanaman 1.000 pohon pada 1 Januari 2026.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat bernomor No.12-033/A/DPD-Gerindra-Jabar/2025 yang ditujukan kepada Ketua DPC, Ketua Fraksi, anggota legislatif, serta seluruh struktur Partai Gerindra se-Jawa Barat.

Ketua Gerindra Jabar yang akrab disapa Haji Aming menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian dan kepekaan partai terhadap kondisi kebangsaan, khususnya bencana banjir yang tengah melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Saya berharap instruksi ini benar-benar dijalankan. Malam pergantian tahun kita isi dengan Doa Bersama, dan keesokan harinya kita lakukan aksi nyata menanam 1.000 pohon di setiap daerah,” ujar Amir Mahpud, Selasa (23/12/2025).

Menurutnya, suasana duka yang dirasakan ribuan warga terdampak bencana seharusnya menjadi pengingat agar perayaan tahun baru tidak diisi dengan pesta pora dan euforia berlebihan yang dapat melukai rasa kemanusiaan.

BACA JUGA : Dari Pos PAM Gentong, Kapolres Tasikmalaya Kota Ikuti Anev Quick Win Presisi Mabes Polri

Amir menekankan pentingnya membangun kesadaran teologis dan ekologis secara beriringan. Ia mengingatkan bahwa dalam Al-Qur’an, kerusakan di muka bumi merupakan akibat dari ulah manusia yang abai terhadap lingkungan.

“Apa arti beragama dan bertuhan jika tidak disertai kepedulian untuk menjaga alam. Karena itu, kita dekati Allah SWT lewat doa, sekaligus merawat ciptaan-Nya dengan aksi nyata,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amir menilai peringatan tahun baru 2026 harus menjadi momentum refleksi bersama, sekaligus wujud empati terhadap saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah. Apalagi, Indonesia juga terus dihadapkan pada potensi bencana alam, termasuk ancaman gempa megathrust yang kerap diingatkan BMKG.

“Hari ini saudara kita di Sumatra tertimpa bencana, besok bisa jadi kita. Maka kepedulian, kebersamaan, dan persatuan harus terus dirawat,” tuturnya.

Terkait teknis pelaksanaan, Amir menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing DPC untuk menyesuaikan dengan kondisi daerah. Ia mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder setempat.

Bahkan, ia menyarankan agar kegiatan Doa Bersama melibatkan kaum duafa dan anak yatim.

“Mungkin doa mereka lebih maqbul. Yang terpenting, tidak ada kader Gerindra yang merayakan malam tahun baru dengan hura-hura,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *