Kota Tasikmalaya

644 Pesilat Siap Unjuk Gigi di IPSI Kota Tasikmalaya Cup X 2025, Ajang Lahirkan Bibit Juara Masa Depan

×

644 Pesilat Siap Unjuk Gigi di IPSI Kota Tasikmalaya Cup X 2025, Ajang Lahirkan Bibit Juara Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Kejuaraan Alpen Pencak Silat (IPSI) Cup ke-X digelar di Gedung Olahraga Sukapura Kota Tasikmalaya. Foto: Rizky Zaenal Mutaqin/tasikmalayaku.id

TASIKMALAYA – Atmosfer persaingan sengit siap tersaji dalam Kejuaraan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tasikmalaya Cup ke-X Tahun 2025. Sebanyak 644 pesilat dari berbagai daerah dipastikan turun gelanggang, menjadikan event ini sebagai salah satu kejuaraan pencak silat terbesar di wilayah Priangan Timur.

BACA JUGA : Diky Chandra Dukung Penuh IPSI Cup X, Harapan Baru Pencak Silat Kota Tasikmalaya

Ketua Umum IPSI Kota Tasikmalaya, Muhammad Arief Gunawan, mengatakan kejuaraan ini diikuti oleh empat daerah, yakni Ciamis, Sumedang, serta Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Biasanya kejuaraan silat digelar pada bulan Oktober karena bertepatan dengan babak kualifikasi. Namun karena Oktober bertepatan dengan milad Kota Tasikmalaya, maka pelaksanaannya kami geser ke bulan Desember,” ujar Arief Gunawan, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, penyesuaian jadwal juga dipengaruhi agenda organisasi IPSI Kota Tasikmalaya. Pada Oktober terdapat rangkaian peringatan hari jadi kota, sementara November diisi dengan Musyawarah Kota (Muskot) IPSI.

“Kemarin juga baru dilaksanakan muskot pemilihan ketua IPSI karena masa periode sebelumnya telah berakhir,” sambungnya.

Arief menegaskan, saat ini kejuaraan pencak silat yang digelar IPSI Kota Tasikmalaya sudah menjadi agenda rutin tahunan. Selain sebagai ajang kompetisi, event ini memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet sejak usia dini.

“Hasil dari kejuaraan ini akan terlihat proses pembibitan atlet untuk masa depan. Kategori yang dipertandingkan ada lima, mulai dari usia dini 1 dan 2, pra-remaja, dewasa, seni tradisi, hingga festival,” tegasnya.

Lebih jauh, Arief menyebut kejuaraan ini menjadi pintu awal lahirnya atlet-atlet berprestasi yang nantinya dipersiapkan untuk berbagai ajang bergengsi.

“Ke depan, atlet hasil dari kejuaraan ini akan dibutuhkan untuk O2SN, kemudian ada Kejurda, Kejurnas, hingga berbagai event pencak silat tingkat nasional di Indonesia,” pungkasnya. (Rizky Zaenal Mutaqin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *